Triwulan I Investasi di Bandar Lampung Tembus Rp700 Miliar Lebih

ANDALAS/Bandarlampung/Ekonomi/20052026

—– Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandar Lampung, Febriana, mengatakan capaian realisasi investasi di Kota Bandar Lampung pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai Rp744,6 miliar.

Nilai tersebut berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp530.421.499.562 dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp214.225.497.308.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandar Lampung, Febriana, mengatakan capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Bandar Lampung.

“Realisasi investasi pada triwulan pertama tahun ini cukup positif. Ini menandakan kepercayaan investor terhadap pelayanan perizinan dan potensi usaha di Kota Bandar Lampung terus meningkat,” katanya, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bandar Lampung terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan pelayanan perizinan serta dukungan terhadap dunia usaha.

Dirinya menjelaskan, realisasi investasi masih didominasi sektor tersier atau jasa yang mencapai 70,39 persen. Kemudian sektor sekunder sebesar 28,24 persen dan sektor primer 1,37 persen.

“Dominasi sektor tersier menunjukkan aktivitas perdagangan dan jasa di Bandar Lampung masih menjadi daya tarik utama investor. Namun sektor lainnya juga terus kami dorong agar pertumbuhan ekonomi lebih merata,” jelasnya

Selain berdampak pada pertumbuhan ekonomi, investasi tersebut juga dinilai mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

Ya, berdasarkan data DPMPTSP, sektor primer tercatat memiliki 22 perusahaan PMDN dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 75 tenaga kerja Indonesia (TKI).

Kemudian pada sektor sekunder terdapat 45 perusahaan PMDN yang diproyeksikan menyerap 34 tenaga kerja, serta 14 perusahaan PMA yang diperkirakan menyerap 48 tenaga kerja.

Sementara sektor tersier menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja. Tercatat 60 perusahaan PMDN diproyeksikan menyerap 1.159 tenaga kerja dan 70 perusahaan PMA diperkirakan menyerap 126 tenaga kerja.

Febriana menambahkan, besarnya nilai investasi yang masuk diharapkan mampu membantu menekan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) sekaligus membuka kesempatan kerja baru di Bandar Lampung.

“Dengan pertumbuhan investasi ini, kami optimistis dapat membantu menutup dampak PHK yang terjadi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung mencatat sebanyak 56 pekerja di Kota Bandar Lampung terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Dari jumlah tersebut, 14 pekerja di antaranya melapor ke Disnaker karena tidak menerima keputusan PHK yang dilakukan perusahaan.

Kepala Disnaker Kota Bandar Lampung, M. Yudhi mengatakan, mayoritas pekerja yang terkena PHK menerima keputusan perusahaan melalui surat pernyataan bersama. Namun sebagian lainnya memilih mengajukan aduan untuk meminta penyelesaian.

“Rata-rata menerima PHK dengan surat pernyataan. Kalau mereka tidak menerima PHK, biasanya mereka melapor,” katanya, Senin, 18 Mei 2026.

Pihaknya menjelaskan, total pekerja yang terkena PHK berasal dari berbagai sektor usaha di Bandar Lampung.

Salah satunya perusahaan outsourcing security yang melakukan efisiensi dengan jumlah PHK mencapai 26 orang.

Selain itu, sebuah bank swasta juga melakukan efisiensi tenaga kerja terhadap empat karyawan. Sementara penutupan gerai KFC Mall Kartini menyebabkan 11 pekerja kehilangan pekerjaan.

“Kalau KFC di Mall Kartini itu karena outletnya tutup. Ada juga dari sektor fast food, finance, dan beberapa pekerja yang habis kontrak,” jelasnya.

Menurut Yudhi, aduan yang masuk ke Disnaker berasal dari berbagai perusahaan dengan jumlah pelapor berbeda-beda.

“Ada satu perusahaan dua orang yang melapor, ada juga satu orang saja, jadi tidak sama,” imbuhnya.

Dari 14 laporan pekerja yang masuk, tujuh kasus telah selesai melalui mekanisme perjanjian bersama antara perusahaan dan pekerja. (TIM)

Tinggalkan Balasan