ANDALAS/Bandarlampung/Humaniora/ 03062026
—- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyiapkan empat unit mobil tangki air untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau secara gratis, Rabu, 3 Juni 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung Idham Basyar mengatakan, armada tersebut disiagakan untuk mengantisipasi wilayah yang rawan mengalami kekeringan maupun gangguan distribusi air bersih.
“Empat mobil tangki air kami siagakan guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau,” katanya.
Selain armada tangki air, BPBD Bandar Lampung juga menyiapkan personel yang berjaga selama 24 jam guna merespons laporan masyarakat terkait kebutuhan air bersih.
Menurut Idham, laporan permintaan bantuan air bersih dari warga dilayani hingga pukul 20.00 WIB setiap hari. Jika laporan masuk di atas jam tersebut, penyaluran bantuan biasanya akan dilakukan keesokan harinya.
“Kami tetap siaga menerima laporan masyarakat. Untuk penanganan di malam hari menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Ia menjelaskan, warga yang mengalami kesulitan air bersih dapat mengajukan permohonan bantuan melalui aparatur kelurahan setempat ataupun datang langsung ke kantor BPBD Kota Banda Lampung.
“Bisa melalui pamong kelurahan atau langsung ke BPBD. Setelah laporan diterima, tim akan segera menindaklanjuti dan mengirimkan bantuan air ke lokasi, dan ini tidak dipungut biaya,”jelasnya.
Distribusi air bersih, lanjut Idham, dilakukan langsung ke titik-titik terdampak agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi tanpa harus terpusat di kantor kelurahan maupun kecamatan.
BPBD mencatat beberapa wilayah seperti Kecamatan Sukabumi, Panjang, dan Kemiling kerap membutuhkan suplai air bersih ketika musim kemarau berlangsung ataupun saat terjadi gangguan distribusi dari PDAM.
Meski hingga saat ini kondisi kemarau di Bandarlampung belum menimbulkan dampak signifikan, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi guna memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih.
Langkah antisipasi terus kami lakukan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi apabila sewaktu-waktu terjadi kekeringan ataupun gangguan layanan air bersih,” pungkasnya.(*)
